7.1 Penulisan Kata
A. Kata Dasar
Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Misalnya:
- Kantor pajak penuh sesak.
- Saya pergi ke sekolah.
- Buku itu sangat tebal.
B. Kata Berimbuhan
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.
Misalnya:
berjalan
berkelanjutan
mempermudah
Catatan: Imbuhan yang diserap dari unsur asing, seperti -isme, -man, -wan, atau -wi, ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.
Misalnya:
sukuisme
seniman
kamerawan
gerejawi
Misalnya:
adibusana
aerodinamika
antarkota
antibiotik
awaham
bikarbonat
multilateral
swadaya
biokimia
narapidana
telewicara
adibusana
aerodinamika
antarkota
antibiotik
awaham
bikarbonat
multilateral
swadaya
biokimia
narapidana
telewicara
Catatan:
(1) Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang berhuruf
awal kapital atau singkatan yang berupa huruf kapital dirangkaikan dengan tanda hubung (-).
Misalnya:
non-Indonesia
pan-Afrikanisme
pro-Barat
non-ASEAN
anti-PKI
C. Bentuk Ulang
Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
Misalnya:
anak-anak
biri-biri
buku-buku
cumi-cumi
hati-hati
kupu-kupu
kuda-kuda
kura-kura
lauk-pauk
berjalan-jalan
anak-anak
biri-biri
buku-buku
cumi-cumi
hati-hati
kupu-kupu
kuda-kuda
kura-kura
lauk-pauk
berjalan-jalan
Catatan:
Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur
pertama.
Misalnya:
surat kabar → surat-surat kabar
kapal barang → kapal-kapal barang
rak buku → rak-rak
buku kereta api cepat → kereta-kereta api cepat
Misalnya:
surat kabar → surat-surat kabar
kapal barang → kapal-kapal barang
rak buku → rak-rak
buku kereta api cepat → kereta-kereta api cepat
1. Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah.
Misalnya:
duta besar
model linear
kambing hitam
persegi panjang
duta besar
model linear
kambing hitam
persegi panjang
2. Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
Misalnya:
anak-istri pejabat
anak istri-pejabat
anak-istri pejabat
anak istri-pejabat
3. Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.
Misalnya:
bertepuk tangan
menganak sungai
garis bawahi
sebar luaskan
4. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai. bertepuk tangan
menganak sungai
garis bawahi
sebar luaskan
Misalnya:
dilipatgandakan
menggarisbawahi
menyebarluaskan
dilipatgandakan
menggarisbawahi
menyebarluaskan
Kata depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
Di mana dia sekarang?
Kain itu disimpan di dalam lemari.
Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
Mari kita berangkat ke kantor.
Saya pergi ke sana mencarinya.
Di mana dia sekarang?
Kain itu disimpan di dalam lemari.
Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
Mari kita berangkat ke kantor.
Saya pergi ke sana mencarinya.
Last modified: Tuesday, 13 April 2021, 1:43 PM