Rerangka Konseptual-Suatu Model-Lanjutan

RERANGKA KONSEPTUAL-SUATU MODEL

 

C.      ELEMEN-ELEMEN STATEMEN KEUANGAN

Atas dasar karakteristik kualitatif informasi (keterandalan, khususnya ketepatan penyimbolan dan keberpautan), tujuan pelaporan keuangan (informasi semantik yang harus dilaporkan), FASB mengidentifikasi elemen-elemen spesifik penting sebagai berikut:

Untuk entitas bisnis:

1.             Aset (assets)

2.             Kewajiban (liabilities)

3.             Ekuitas (Equities) atau aset bersih (net assets) untuk entitas non bisnis

4.             Investasi oleh pemilik (investments by owners)

5.             Distribusi ke pemilik (distributions by owners)

6.             Laba komprehensif (comprehensive income)

7.             Pendapatan (revenues)

8.             Biaya (expenses)

9.             Untung (gains)

10.         Rugi (losses)

11.         Aliran kas dari kegiatan operasi (cash flows from operationg activities)

12.         Aliran kas dari kegiatan investasi (cash flows from investing activities)

13.         Aliran kas dari kegiatan pendanaan (cash flows from financing activities)

 

Elemen aset bersih untuk entitas non bisnis :

1.    Aset bersih terbatas permanen (permanently restricted net assets)

2.    Aset bersih terbatas sementara (temporarily restricted net assets)

3.    Aset bersih terbatas takterbatas (unrestricted net assets)

 

 

 

 

C.1    DEFINISI ELEMEN

1.             Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti (probable) yang diperoleh atau dikuasai oleh suatu entitas sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu.

2.             Kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti yang timbul dari keharusan (obligations) sekarang suatu entitas untuk mentransfer aset atau menyerahkan jasa kepada entitas lain di masa datang sebagai akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu.

3.             Ekuitas atau aset bersih adalah kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas, setelah dikurangi dengan kewajibannya. Dalam sebuah entitas bisnis, ekuitas merupakan kepentingan kepemilikan. Ekuitas pemegang sahamdiklasifikasikan menjadi dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba ditahan

4.             Investasi oleh pemilik adalah Kenaikan aktiva bersih sebuah perusahaan yang ditimbulkan oleh transfer sesuatu yang bernilai dari entitas lain kepada perusahaan tersebut untuk mendapatkan atau menaikkan kepentingan kepemilikan. Aktiva adalah bentuk yang paling umum diterima sebagai investasi oleh pemilik,tetapi investasi ini bisa juga meliputi jasa atau kepuasan atau konversi kewajiban perusahaan.

5.             Distribusi kepada pemilik adalah penurunan aktiva bersih sebuah perusahaan  yang diakibatkan oleh pemindahan aktiva, penyediaan jasa, atau penciptaan kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada pemilik akan menurunkan kepentingan kepemilikan dalam perusahaan.

6.             Laba komprehensif adalah perubahan dalam ekuitas suatu badan usaha sebagai akibat pentransferan aset, penyerahan jasa, dan penimbulan kewajiban oleh badan usaha tersebut kepada pemilik. Distribusi ke pemilik mengurangi hak pemilikan atau ekuitas dalam suatu badan usaha.

7.             Pendapatan adalah Aliran masuk aset atau kenaikan aset lainnya pada suatu entitas atau penyelesaian/pelunasan kewajiban entitas tersebut dari penyerahan atau produksi barang, pemberian/penyerahan jasa, atau kegiatan lain yang membentuk operasi sentral atau utama dan berlanjut dari entitas tersebut.

8.             Biaya adalah aliran keluar aset atau penyerapan aset lainnya pada suatu entitas atau penimbulan kewajiban entitas tersebut (atau kombinasi keduanya) dari penyerahan atau produksi barang, , pemberian/penyerahan jasa, atau kegiatan lain yang membentuk operasi sentral atau utama dan berlanjut dari entitas tersebut.

9.             Untung adalah kenaikan dalam ekuitas (aset bersih) yang beasal dari transaksi periferal (ikutan) atau insidental (kala-kala) suatu entitas dan dari semua transaksi atau kejadian atau keadaan lain yang mempengaruhi entitas tersebut kecuali kenaikan sebagai akibat dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.

10.         Rugi adalah penurunan dalam ekuitas (aset bersih) yang beasal dari transaksi periferal (ikutan) atau insidental (kala-kala) suatu entitas dan dari semua transaksi atau kejadian atau keadaan lain yang mempengaruhi entitas tersebut kecuali penurunan sebagai akibat dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.

 

C.2    PERUBAHAN POSISI KEUANGAN

Aset, kewajiban dan ekuitas sebagai elemen posisi keuangan dapat berubah akibat tiga hal yaitu kejadian (events), keadaan (circumstances) dan transaksi (transaction). Pengaruh ketiga hal tersebut dapat terjadi pada tiap elemen aset, kewajiban, atau ekuitas saja atau pada dua atu tiga elemen sekaligus. Bila dipandang dari elemen ekuitas, perubahan-perubahan posisi keuangan akibat tiga hal tersebut dapat dikategorikan menjadi:

1.             Semua perubahan dalam aset dan kewajiban yang tidak dibarengi dengan perubahan dalam ekuitas.

2.             Semua perubahan dalam aset dan kewajiban yang dibarengi dengan perubahan dalam ekuitas.

3.             Perubahan dalam ekuitas yang tidak melibatkan aset atau kewajiban.

 

 

D.      PENGUKURAN DAN PENGAKUAN

Penentuan dan pendefenisian elemen berkaitan dengan masalah apa yang harus disajikan dalam statemen keuangan dan terdiri atas apa saja seperangkat penuh statemen keuangan (a full set of financial statements). Elemen dan pos menjadi bahan penyusunan seperangkat penuh statemen keuangan. Agar secara teknis penyususnan statemen keuangan dapat dilaksanakan dengan mudah, diperlukan sarana (berupa buku besar atau ledger ) untuk mencatat hasil pengukuran. Oleh karena itu, pos-pos yang harus disajikan dalam statemen keuangan menjadi basis untuk menamai akun-akun (accounts) dalam buku besar. Bila suatu hasil pengukuran dicatat dalam sIstem pembukuan, berarti informasi tersebut dengan sendirinya akan disajikan via statemen keuangan (incorporated into financial statements).

 

D.1    PELAPORAN DAN STATEMEN KEUANGAN

Walaupun tujuannya sama, pelaporan keuangan (financial reporting) harus dibedakan dengan statemen keuangan (financial statements). FASB  menyatakan bahwa statemen keuangan adalah media utama atau ciri sentral pelaporan keuangan. Pelaporan keuangan meliputi penyampaian informasi yang wajib secara luas (mandatory) dan sukarela (voluntary). Lebih dari itu, informasi tertentu yang bermanfaat mungkin lebih baik (efektif) kalau disajikan melalui statemen keuangan sementara informasi yang lain akan lebih efektif kalau disajikan melalui media selain statemen keuangan.

 

D.2    SEPERANGKAT STATEMEN KEUANGAN

Tujuan pelaporan, karakteristik kualitatif, dan elemen statemen keuangan akan menentukan jenis statemen apa saja yang membentuk seperangkat penuh statemen keuangan. Sekelompok elemen akan membentuk jenis statemen keuangan tertentu. FASB menyatakan bahwa seperangkat penuh statemen keuangan untuk suatu periode harus menunjukkan informasi:

1.        Posisi keuangan pada akhir periode tersebut

2.        Laba untuk periode tersebut

3.        Laba komprehensif untuk periode tersebut

4.        Aliran kas selama periode tersebut

5.        Investasi oleh dan distribusi ke pemilik selama periode tersebut

 

D.3    PENGUKURAN

Pengukuran adalah penentuan besarnya unit pengukur (jumlah rupiah) yang akan dilekatkan pada suatu objek (elemen atau pos) yang terlibat dalam suatu transaksi, kejadian atau keadaan untuk mereprsentasi makna atau atribut objek tersebut. FASB mengidentifikasi atribut pengukuran yang sekarang diterapkan dan masih dapat dilanjutkan penggunaannya (SFAC No. 5):

1.             Kos historis atau perolehan kas historis

2.             Kos sekarang

3.             Nilai pasar sekarang

4.             Nilai terealisasi/pelunasan neto

5.             Nilai sekarang atau diskunan aliran kas masa datang

 

D.4    PENGAKUAN

Secara konseptual, pengakuan adalah penyajian suatu informasi melalui statemen keuangan sebagai ciri sentral pelaporan keuangan. Secara teknik, pengakuan berarti pencatatan secara resmi (penjurnalan) suatu kuantitas (jumlah rupiah) hasil pengukuran ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah rupiah tersebut akan mempengaruhi suatu pos dan terefleksi dalam statemen keuangan.

FASB menetapkan empat kriteria pengakuan fundamental (konseptual) sebagai berikut:

1.             Definisi (definitions)–suatu pos harus memenuhi definisi elemen statemen keuangan.

2.             Keterukuran (measurability)–suatu pos harus mempunyai atribut yang terpaut dengan keputusan dan dapat diukur dengan tingkat keterandalan yang cukup.

3.             Keberpautan (relevance)–informasi yang dikandung suatu pos mempunyai daya untuk membuat perbedaan dalam keputusan pemakai.

4.             Keterandalan (reliability)–informasi yang dikandung suatu pos secara tepat menyimbolkan fenomena, teruji (terverifikasi) dan netral.

E.      NILAI SEKARANG DALAM PENGUKURAN AKUNTANSI

Rerangka pengukuran dan pengakuan sebagaimana dimuat dalam SFAC No. 5 telah dikembangkan dan dilengkapi dengan SFAC No. 7 tentang penggunaan informasi aliran kas dan nilai sekarang dalam pengukuran akuntansi. Sebagai komponen rerangka konseptual SFAC No. 7 memberi pedoman yang berisi:

a.              Tujuan nilai sekarang dalam pengukuran akuntansi.

b.             Prinsip-prinsip umum (general principles) yang melandasi penggunaan nilai sekarang, terutama bila jumlah rupiah (amounts) aliran kas masa datang, saat terjadinya (timing) atau keduanya tidak pasti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Suwardjono. 2014. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. BPFE: Yogyakarta.

 


Last modified: Wednesday, 1 April 2020, 9:39 PM