Jenis-jenis Puisi Berdasarkan Bentuk, Isi, Serta Gaya

 

Jenis-jenis Puisi Berdasarkan Bentuk, Isi, Serta Gaya

Hari ini, khususnya dalam pembelajaran sastra, ada begitu banyak jenis puisi yang diketahui. Jenis-jenis tersebut, menurut para ahli, dikelompokkan berdasarkan bentuk, isi, serta gaya. Jenis puisi yang, kekinian, umum diketahui antara lain, puisi liris, balada, stanza, naratif, deskriptif, konkret, mbeling, serta beberapa jenis lainnya. Mengacu pada beberapa pendapat ahli (Soemardjo dan Saini K.M. (1988, hlm. 25-28), Aminuddin (1991, hlm. 134-136), serta Kosasih (2008, hlm. 40-42)), peneliti mencoba menyimpulkan dan mengelompokkan puisi menjadi empat kelompok utama, yang mana nantinya memiliki jenis-jenis turunan masing-masing, sebagai berikut.

 

1) Puisi naratif

 

Puisi naratif pada dasarnya adalah puisi yang bercerita, menarasikan hal-hal yang ingin disampaikan oleh sang penyair. Beberapa jenis turunannya antara lain balada, dan epik atau epos.

Puisi balada adalah jenis puisi yang bercerita tentang kehidupan manusia dengan segala sifat pengasih, kecemburuan, kedengkian, ketakutan, kepedihan, dan keriangannya. Epik atau epos adalah jenis puisi yang memiliki cerita yang panjang dimana isinya menceritakan tentang kisah-kisah kepahlawanan, baik yang berkaitan dengan legenda, kepercayaan, agama, maupun sejarah. Jenis puisi ini dapat di temukan dalam beberapa puisi W. S. Rendra, Taufik Ismail, Anna Akhmatova, Sapardi Djoko Damono.

2) Puisi deskriptif

 

Puisi deskriptif adalah puisi yang menjelaskan sebuah keadaan, peristiwa, atau tempat dan suasana. Dalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap peristiwa yang dihadirkan, benda, tempat, dan suasana. Yang termasuk ke dalam puisi deskriptif antara lain, puisi pamflet, puisi romantis/romantik/romantisis, puisi suasana, dan puisi satir. Puisi pamflet adalah puisi yang yang berisi gambaran keadaan, kritik sosial, dan perlawanan terhadap suatu keadaan sosial. Biasanya, puisi pamflet ini memiliki tendensi khusus atau keberpihakan terhadap sesuatu atau seseorang (seringkali mengenai politik dan sosial). Puisi Romantis/romantik/romantisis adalah puisi yang mendeskripsikan keadaan tempat, kenangan, memoar dalam ingatan. Puisi ini juga seringkali menggambarkan tentang masa lalu, alam, dan juga lingkungan tempat si penyair tinggal atau yang pernah didatangi oleh penyair. Puisi suasana adalah puisi yang menggambarkan suasana yang pernah atau sedang dialami oleh penyair ketika ia menuliskan puisinya. Suasana yang dimunculkan dalam puisi ini seringkali berkaitan erat dengan perasaan atau suasana hati si penyair. Puisi satir adalah puisi yang berisi atau menggambarkan ketidakpuasan si penyair terhadap suatu keadaan, biasanya diungkapkan dengan gaya menyindir atau menyatakan keadaan yang sebaliknya dari kenyataan.

3) Puisi lirik

Puisi lirik adalah puisi yang bersifat subjektif dan cenderung menggunakan sudut pandang aku lirik. Artinya, puisi ini berisi luapan hati dan perasaan si penyair terhadap suatu hal (seringkali mengenai cinta, kerinduan, kesedihan, kebahagiaan, kegelisahan, dan semacamnya). Yang termasuk ke dalam jenis puisi ini antara lain romance, elegi, epigram, pastoral, dan parodi. Puisi romance adalah puisi yang berisi luapan cinta seseorang terhadap orang yang dikasihinya. Puisi ini tidaklah sulit ditemukan, karena pada dasarnya setiap orang pasti memiliki rasa cinta terhadap orang lain dan tidak jarang diungkapkan lewat kata-kata romantis atau puisi cinta. Elegi adalah puisi ratapan yang mengungkapkan rasa sedih seseorang, baik itu si penyair sendiri atau pun orang lain yang diceritakan oleh si penyair. Epigram adalah puisi yang berisi tentang ajarang kehidupan. Sifatnya mengajar dan menggurui. Bentuknya pendek dan kebanyakan bergaya ironis. Pastoral adalah puisi lirik yang berisi tentang kehidupan gembala atau petani di pesawahan, padang rumput, ladang, dan semacamnya. Parodi adalah puisi lirik yang biasanya berisi tentang ledekan-ledekan berdasarkan pada kenyataan. Semisal, keadaan sosial, karya seni, dan lain sebagainya. Pada umumnya, puisi parodi bisa juga berisi humor, namun bukan sekedar humor, biasanya humornya segar dan cerdas. Jenis-jenis puisi ini dapat ditemukan pada kebanyakan penyair indonesia, misal sebut saja Rendra, Acep Zam-zam Noor, Cecep Syamsul Hari, M. Aan Mansyur, dan lainnya terutama penyair yang berdomisili di Jawa Barat atau daerah dengan keadaan alam yang indah dan romantis.

4) Puisi himne.

 

Pada dasarnya, puisi himne adalah puisi-puisi nyanyian, puji-pujian, dan atau pemujaan terhadap sesuatu. Yang termasuk jenis puisi ini adalah ode, stanza, sonet (meskipun seringkali sonet dikategorikan sebagai puisi romance), dan serenada.

Ode adalah puisi nyanyian yang ditujukan kepada orang yang memiliki jasa atau memiliki sikap kepahlawanan. Namun kekinian, puisi ode juga tidak hanya

ditujukan kepada orang saja, namun bisa kepada tempat, benda, atau pun suatu hal yang dikagumi oleh si penyair. Stanza adalah puisi nyanyian yang hampir mirip dengan ode, namun yang membedakannya adalah stanza tidak harus selalu hal yang bersifat kepahlawanan, cukup memberi kesan yang menarik saja terhadap si penyairnya. Sonet adalah puisi nyanyian cinta terhadap seseorang, sesuatu, tempat, benda atau hal-hal lain yang dikagumi dan atau dicintai oleh si penyair. Serenada adalah puisi nyanyian yang berisi rayuan-rayuan seseorang (dalam hal ini, si penyairnya). Jenis-jenis puisi tersebut dapat ditemukan di hampir setiap penyair, karena pada dasarnya semua penyair memiliki rasa cinta yang dapat atau pernah diungkapkan dalam puisi yang berbentuk nyanyian-nyanyian kasih sayang atau rasa hormat.


Last modified: Thursday, 8 April 2021, 9:45 AM