6.2. Jenis-Jenis Peramalan

a. Perkiraan Berdasarkan Waktu

Menurut Herjanto (2008), berdasarkan waktu, perkiraan atau forecasting dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

– Perkiraan jangka panjang, mencakup waktu lebih dari 18 Bulan. Misalnya, perkiraan yang diperlukan dalam kaitannya dengan penanaman modal, perencanaan fasilitas, dan perencanaan untuk kegiatan litbang (penelitian dan pengembangan), merencanakan produk baru.

– Perkiraan jangka menengah, mencakup waktu antara 3-18 Bulan. Misalnya, perkiraan perencanaan penjualan, perencanaan produksi, perencanaan tenaga kerja tidak tetap, menganalisis berbagai rencana operasi.

– Perkiraan jangka pendek, mencakup jangka waktu kurang dari 3 Bulan. Misalnya, perkiraan yang berhubungan dengan perencanaan pembelian material, penjadwalan kerja, penugasan karyawan, tingkat produksi.

 

b. Perkiraan Berdasarkan Fungsi & Perencanaan Operasi Masa Depan

Menurut Heizer dan Render (2009), berdasarkan fungsi dan perencanaan operasi di masa depan, perkiraan atau forecasting dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

– Perkiraan ekonomi (economic forecast), menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lainnya.

– Perkiraan teknologi (technological forecast), memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik dan peralatan yang baru.

– Perkiraan permintaan (demand forecast), proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan. Perkiraan ini juga disebut perkiraan penjualan yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran, serta sumber daya manusia.

 

c. Perkiraan Berdasarkan Jenis Data yang Disusun

Menurut Saputro dan Asri (2000), berdasarkan jenis data perkiraan yang disusun, perkiraan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

– Perakiraan kualitatif, yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu. Hasil prediksi yang dibuat sangat tergantung pada orang yang menyusunnya. Biasanya perkiraan ini didasarkan atas hasil penyelidikan, seperti pendapat salesman, pendapat sales manajer pendapat para ahli, dan survey konsumen.

– Perkiraan kuantitatif, yaitu perkiraan yang didasarkan atas data penjualan pada masa lalu. Hasil perkiraan yang dibuat sangat tergantung pada metode yang digunakan dalam perkiraan tersebut. Penggunaan metode yang berbeda akan diperoleh hasil yang berbeda pula.

 

d. Perkiraan Berdasarkan Sifat Penyusunannya

Menurut Ginting (2007), berdasarkan sifat penyusunannya, perkiraan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

– Perkiraan subjektif, yang didasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya.

– Perkiraan objektif, didasarkan atas data yang relevan pada masa lalu, dengan menggunakan teknik-teknik dan metode-metode dalam penganalisaan data tersebut.






Last modified: Tuesday, 13 October 2020, 8:09 PM