10.4. Prosedur penyusunan laporan keuangan konsolidasi
Tahapan atau prosedur penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah sebagai berikut:
1. Membuat jurnal eliminasi
2. Membuat kertas kerja.
3. Membuat laporan keuangan konsolidasi
1. Membuat jurnal eliminasi
· Tujuannya untuk menghilangkan/ mengeliminir saldo semua rekening timbal-balik dengan jalan membalikkan debet-kreditnya (yang bersaldo debet dikreditkan demikian juga sebaliknya).
· Jurnal eliminasi tidak diposting tetapi dimasukkan ke kertas kerja.
· Pembuatan jurnal eliminasi tergantung system persediaan yang digunakan, yaitu:
No | SISTEM FISIK | SISTEM PREPERTUAL |
1. |
Untuk mengeliminasi saldo rekening Koran (R/K) kantor cabang dan R/K kantor pusat:
R/K Kantor Pusat XXX R/K Kantor Cabang XXX
|
Untuk mengeliminasi saldo rekening Koran (R/K) kantor cabang dan R/K kantor pusat:
R/K Kantor Pusat XXX R/K Kantor Cabang XXX
|
2. | Eliminasi pengiriman barang dari kantor pusat dan pengiriman barang ke kantor cabang:
Pengiriman barang ke ktr cabang XXX Pengiriman barang dari kantor pusat XXX
|
Tidak dijurnalkan.
|
3. | Eliminasi bunga yang diperhitungkan atas investasi kantor pusat di kantor cabang: Pendapatan bunga XXX Biaya Bunga XXX | Eliminasi bunga yang diperhitungkan atas investasi kantor pusat di kantor cabang:
Pendapatan bunga XXX Biaya Bunga XXX
|
2. Membuat kertas kerja
Prosedur yang harus dilakukan dalam menyusun kertas kerja:
a) Memasukkan angka-angka dari neraca saldo atau laporan keuangan kantor pusat dan kantor cabang.
b) Memasukkan angka-angka jurnal eliminasi ke dalam rekening debet-kredit yang sesuai.
c) Menghitung angka-angka yang akan disajikan dalam laporan keuangan konsolidasi yang merupakan gabungan antara langkah a dan b.
3. Membuat Laporan Keuangan Konsolidasi:
Angka-angka dalam kertas kerja selanjutnya dimasukkan ke dalam Laporan Keuangan Konsolidasi. Ada dua sumber pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi, yaitu:
1. Neraca Saldo
2. Laporan keuangan kantor pusat dan kantor cabang.