15.1. Metode Perhitungan Bunga dan Angsuran

Perhitungan Bunga dan Angsuran

Untuk perhitungan bunga, ada 2 (dua) metode yaitu

Bunga atas sisa hutang angsuran. Besarnya bunga dihitung berdasarkan sisa pinjaman pada periode awal. Sisa pinjaman ini dari setiap periode selalu menurun sehingga besar bunga juga selalu menurun. Sistem ini sering disebut dengan sistem bunga menurun. Cara ini sering dipakai dalam penjualan angsuran jangka panjang seperti perumahan dan sejenisnya. Dan cara ini juga lebih meringankan pembeli

Bunga dari pokok hutang. Besarnya bunga dihitung berdasarkan pokok hutang awal yang nilainya tetap sehingga besar bunganya juga tetap. Sistem ini disebut sebagai sistem bunga tetap. Cara ini banyak dipakai untuk merangsang pembeli yang kurang mengetahui cara perhitungan bunga karena tingkat bunga lebih rendah dari bunga atas sisa hutang. Besarnya tingkat bunga yang sebenarnya, yang dihitung berdasarkan modal rata-rata mendekati 2 kali tingkat bunga atas sisa hutang.

Demikian juga untuk perhitungan angsuran. Ada 2 dasar perhitungan angsuran pokok yaitu:

Sistem angsuran tetap. Dalam sistem ini besarnya angsuran untuk setiap periode akan selalu tetap. Besarnya angsuran pokok pinjaman dapat dihitung dengan membagi Pokok Pinjaman atas Periode Angsuran. Sistem angsuran tetap ini dapat dipakai baik sistem bunga tetap maupun sistem bunga menurun.

Sistem angsuran anuitet. Dalam sistem ini besarnya pembayaran untuk setiap periode akan selalu tetap, yang terdiri atas bunga pinjaman yang selalu menurun dan angsuran pokok pinjaman yang semakin besar. Jumlah pembayaran tersebut dihitung dengan mengunakan rumus anuitet. Sistem anuitet ini hanya dipakai pada sistem bunga menurun. Ditinjau dari segi besarnya bunga dan angsuran pokok pinjaman, maka sistem anuitet dapat disebut sebagai sistem bunga menurun dan angsuran meningkat

Last modified: Tuesday, 15 March 2022, 3:32 PM