1.5 Agency Problem (Masalah Keagenan)

Pada dasarnya tujuan perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan para pemegang saham. Namun pada kenyataannya tujuan ini seringkali tidak terlaksana karena adanya masalah keagenan. Masalah keagenan ini muncul sebagai akibat dari dipisahkannya kepemilikan dan pengelola perusahaan, yakni antara pemegang saham (shareholders) dengan para manajer, dan pemegang saham dengan kreditur/ pemegang obligasi (bondholders). Masalah keagenan ini terjadi jika manajer tidak memiliki saham mayoritas perusahaan. Pemegang saham tentu menginginkan manajer berkerja dengan maksimal untuk tujuan kemakmuran pemegang saham. Sebaliknya pihak manajer bisa saja bertindak untuk memaksimumkan kemakmuran sendiri. Hal inilah yang dapat memicu timbulnya konflik. Maka untuk meyakinkan bahwa manajer bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan pemegang saham, maka perlu adanya pengawasan.

Pengawasan secara total terhadap kegiatan para manajer ini dapat memecahkan masalah keagenan. Namun harus disadari biaya yang dibutuhkan mahal dan akan ditangguung oleh si pemegang saham. Biaya inilah yang disebut agency cost yang meliputi biaya-biaya untuk memonitor pekerjaan manajer, biaya untuk membuat struktur organisasi yang dapat meminimalkan tindakan manajer yang tidak diinginkan, serta timbulnya opportunity cost karena kondisi manajer yang tidak dapat segera mengambil keputusan tanpa persetujuan pemegang saham.

Selain itu masalah keagenan juga bisa terjadi antara shareholders selaku pemegang saham yang diwakili oleh manajemen perusahaan dengan kreditur  atau pemegang obligasi (bondholders). Masalah ini muncul jika manajemen mengambil proyek-proyek yang resikonya lebih besar daripada yang diperkirakan oleh kreditur. Ataupun perusahaan justru meningkatkan jumlah utang hingga mencapai tingkatan yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan kreditur. Tindakan-tindakan ini akan meningkatkan resiko finansial perusahaan, yang mengakibatkan turunnya nilai pasar utang/obligasi perusahaan yang belum jatuh tempo. Selain itu dapat meningkatkan resiko kebangkrutan karena proyek yang diambil terlalu beresiko.

Last modified: Saturday, 7 November 2020, 11:54 AM