3.4 Model Penentuan Saldo Kas dengan Persediaan (William Baumol)
Karena adanya trade off dalam pemilihan kas oleh perusahaan, maka perlu dilakukan manajemen kas. Tujuannya untuk menentukan saldo kas optimal yang harus dimiliki perusahaan, sehingga kelancaran kegiatan perusahaan tidak terganggu. Jumlah kas yang optimal atas trade offI antara tingkat bunga dengan biaya tansaksi. Apabila kondisi di masa yang akan datang dapat diketahui dengan pasti, maka jumlah kas yang optimal akan mudah ditentukan.
Untuk menentukan jumlah kas yang optimal, digunakan asumsi: bila perusahaan mengalami kelebihan kas, maka kelebihan kas akan diinvestasikan dalam bentuk surat berharga. Hal ini dapat dilakukan sepanjang tidak mempersulit perusahaan melakukan pembayaran. Jika merubah surat berharga menjadi kas dan sebaliknya tidak menimbulkan biaya, maka sebenarnya perusahaan tidak memerlukan kas.
a. Model Persediaan
Model ini dikembangkan oleh William Baumol, yang pada prinsipnya menggunakan model persediaan untuk menentukan Economic Order Quantity (EOQ) guna menentukan jumlah kas optimal. Model ini hanya bisa digunakan untuk kondisi kepastian kas, dengan asumsi bahwa keputusan kas perusahaan relatif stabil dan dapat diperkirakan, serta arus kas masuk dari operasi juga relatif stabil.
Pada model persediaan, jumlah kas yang optimal dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
C=√((2.F.T)/k)
Keterangan:
C = saldo kas optimal / jumlah transfer kas yang optimal
F = Fixed cost atau biaya tetap untuk menjual dan membeli surat berharga
T = Jumlah kas yang dibutuhkan untuk mendanai transaksi selama satu periode
k = Opportunity costn da atau biaya kesempatan dari memegang uang tunai, besarnya sama dengan tingkat keuntungan yang diperoleh jika membeli surat berharga
Menurut model ini, total biaya untuk mempertahankan kas akan teurdiri dari total biaya transaksi merubah surat berharga menjadi kas dan sebaliknya, ditambah dengan total opportunity cost atau biaya kesempatan karena memegang kas. Biaya-biaya ini dapat dihitung dengan persamaan:
Total biaya transaksi=T/C x F
Total biaya opportunity=C/2 x k
Pada saat menggunakan model persediaan, total biaya untuk mempertahankan kas akan minimum, dimana pada saat itu total biaya transaksi sama dengan total biaya kesempatan.
Contoh: Kebutuhan kas PT. Berkah rata-rata setiap tahunnya Rp 180 juta. Biaya untuk merubah kas menjadi surat berharga dan sebaliknya adalah Rp 250.000 tingkat pengembalian tahunan dari surat berharga diketahui sebesar 10%. Dari data ini tentukan:
1) Berapakah biaya kas yang optimal atau nilai obligasi yang harus dijual setiap kali transaksi
2) Berapakah saldo kas rata-rata
3) Berapa kali transaksi terjadi dalam setahun
4) Berapa total biaya pengelolaan kas
Jawab:
1) Jumlah kas optimal atau nilai obligasi yang harus dijual setiap kali transaksi
C atau ECQ=√((2.F.T)/k)
ECQ=√((2.(Rp 250.000).(Rp 180 juta))/0,1)
ECQ=Rp 30 juta
2) saldo kas rata-rata
= C optimal : 2
= (Rp 30 juta)/2
= Rp 15 juta
3) Jumlah transaksi yang terjadi dalam setahun
= (Rp 180juta/ Rp 30 juta) x 1kali
= 6 kali setahun atau 360 hari dibagi 6, maka transaksi terjadi setiap 60 hari
4) Besarnya total biaya pengeluaran kas = Biaya Opportunity + Biaya Transaksi
= (C/2) x k) + (T/C xF)
= (30 juta/ 2 x 0,1) + (Rp 180 juta/ 30 juta x Rp 250 ribu)
= Rp 1,5 juta + Rp 1,5 juta
= Rp 3 juta
Model persediaan mempunyai kelemahan yang timbul akibat asumsi yang digunakannya. Model ini mengasumsikan kebutuhan kas perusahaan dan arus kas masuk dari operasi relatif stabil, sementara dalam prakteknya kebutuhan kas maupun penerimaan kas dari operasi perusahaan berfluktuasi sepanjang tahun.