3.5 Model Stokhastik atau Miller-Orr
Model Stokhastik atau Miller-Orr
Dalam kondisi ketidakpastian terhadap kebutuhan dan penerimaan kas operasi, yang lazimnya dialami suatu perusahaan, penerapan model persediaan kurang cocok. Model yang lebih baik digunakan untuk kondisi ini adalah model penentuan kas optimal yang mempertimbangkan unsur ketidakpastian. Model ini dikembangkan oleh Merton Miller dan Daniell Orr, yang disebut dengan model stokhastik.
Pada dasarnya model ini menentukan batas atas dan batas bawah dari fluktuasi kas perusahaan. Apabila kas yang dimiliki perusahaan mencapai batas atas, maka perusahaan akan membeli sura berharga untuk menurunkan saldo kas. Sebaliknya jika saldo kas perusahaan mencapai batas bawah, maka perusahaan akan menjual surat berharga yang dimilikinya, untuk menambah jumlah kas. Selama kas perusahaan masih berada antara batas atas dan batas bawah, perusahaan tidak melakukan transaksi.
Besarnya batas atas dan batas bawah saldo kas perusahaan ditentukan oleh manajemen, dengan mempertimbangkan biaya tetap setiap transaksi surat berharga, dan biaya kesempatan karena mempertahankan kas. Miller-Orr menetapkan batas bawah sebesar nol, tapi batas atas sebesar h, atau bisa lebih dari 0.
Adapun rumus untuk menentukan saldo kas optimal menurut Miller-Orr dalam Sartono (2010: 426) dan Atmaja (1999: 389-390) adalah sebagai berikut:
Z=∛(3 x F x r2/4 x k)
H = 3Z – 2L ------> H = (3 x Z) - (2 x L)
Keterangan:
Z = Saldo kas optimal
F = Fixed cost untuk biaya transaksi
r2 = varians arus kas bersih harian
i = bunga
k = i / 360 hari
H = Batas atas saldo kas
L = Batas bawah saldo kas
Contoh: Pengbesar eluaran kas setiap hari perusahaan PT. SBC bersifat acak. Varians arus kas ditaksir sebesar Rp 1.000. kas yang menganggur bisa diinvestasikan ke dalam surat berharga dengan tingkat keuntungan 18% per tahun. Biaya transaksi untuk mengkonversikan surat berharga sebesar Rp 500 per transaksi. Dari data ini tentukanlah:
1) Berapakah jumlah kas optimal perusahaan
2) Berapakah batas atas kas perusahaan
3) Berapakah rata-rata saldo kas perusahaan
Jawab:
1) Jumlah kas optimal perusahaan
Z=∛(3 x F x r2/4 x k)
Z=∛((3 x (500)(1000 x 1000))/ ((4 x (0,18/360)))
=Rp 908,56
2) Batas atas kas perusahaan dengan kondisi batas bawah (L = Rp 0)
H = (3 x Z) - (2 x L)
H = (3 x Rp 908,56) – (2 x Rp 0)
H = Rp 2.725,68
artinya pada saat kas mencapai batas atas (H), perusahaan harus menginvestasikan kas sebesar Rp 1.817,12 ke bentuk surat berharga agar saldo kembali ke Rp 908,56.
Apabila kondisi kas berada di titik bawah atau (L), perusahaan harus menjual surat berharganya sebesar Rp 2.725,68 agar bisa memperoleh saldo kas optimal.
3) Rata-Rata Saldo Kas
C = (4Z - L) / 3
C = ((4 x 908,56) - 0) / 3
C = (Rp 3.634,24 - Rp 0) / 3
= Rp 1.211,47
Catatan :
Untuk memudahkan anda memahami topik ini, anda dapat melihat penjelasan rincinya pada link