5.2 Menaksir Jumlah Modal Kerja dengan Metode Keterikatan Dana

Metode Keterikatan Dana

Ada dual hal penting yang harus diperhatikan pada metode ini:

1)   Kebutuhan modal kerja, sebagiannya mungkin telah disediakan oleh pihak lain, dalam bentuk pendanaan spontan.

2)   Modal kerja dalam bentuk piutang, seharusnya tidak memasukkan unsur laba.

Bisa dikatakan bahwa modal kerja pada metode keterikatan dana mempunyai pengertian, selisih antara aktiva lancar (tidak termasuk laba dalam perkiraan atau rekening piutang) dengan pendanaan spontan. Sebagai contoh: PT XYZ, merupakan perusahaan yang menghasilkan dan menjual roti. Untuk menghasilkan roti sebanyak 100 bungkus diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:

Tepung terigu         20 kg @ Rp 4.000

Telur ayam              100 butir @ Rp 1.000

Mentega                  1 kg @ Rp 7.000

Tepung terigu dapat dibeli secara kredit kepada pemasok tetap perusahaan dan dilunasi setelah 4 hari setelah pembelian, sedangkan mentega dibeli secara tunai. Untuk mendapatkan telur yang bagus, perusahaan membayar dimuka, 2 hari sebelum diantarkan pemasok. Mengolah bahan menjadi roti hanya dibutuhkan waktu setengah hari, kemudian pada hari itu juga roti diantarkan ke toko-toko dan swalayan. Uang dari hasil penjualan diterima pada hari kelima setelah roti diantar.

Selain untuk keperluan bahan-bahan pembuat roti, perusahaan mengeluarkan biaya gaji untuk pekerja sebesar Rp 15.000 per hari, biaya transportasi Rp 5.000 per hari dan pemilik selalu mengambil prive sebesar Rp 300.000,- per bulan. Sedangkan untuk berjaga-jaga, ditetapkan saldo kas minimal yang harus tersedia dalam perusahaan sebesar Rp 20.000.- Dari data-data yang ada, berapakah kebutuhan modal kerja PT XYZ?

Untuk menghitung modal kerja perusahaan, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan jumlah hari terikatnya dana modal kerja untuk setiap elemen pembentuk modal kerja, yaitu:

Tepung terigu

Pembelian secara kredit

(4

hari)

Pengolahan dan pengantaran

1

hari

Piutang

5

hari

Lamanya dana terikat

2

hari

 

Telur

Pembayaran di muka

2

Hari

Pengolahan dan pengantaran

1

hari

Piutang

5

hari

Lamanya dana terikat

8

hari

 

Mentega

Pengolahan dan pengantaran

1

Hari

Piutang

5

hari

Lamanya dana terikat

6

hari

 

Gaji pekerja dihitung mulai dari pengolahan sampai kas diterima

Pengolahan dan pengantaran

1

Hari

Piutang

5

hari

Lamanya dana terikat

6

hari

                                                                             

Biaya transportasi dihitung mulai dari pengolahan sampai kas diterima

Pengolahan dan pengantaran

1

Hari

Piutang

5

hari

Lamanya dana terikat

6

hari

 

Prive dihitung mulai dari pengolahan sampai kas diterima

Pengolahan dan pengantaran

1

Hari

Piutang

5

hari

Lamanya dana terikat

6

hari

 

Kebutuhan modal kerja berdasarkan lama terikatnya dana adalah sebagai berikut:

Tepung terigu

=

2 hari

x

20 kg

x

Rp 4.000 / kg

=

Rp

160.000

Telur

=

8 hari

x

100 butir

x

Rp 1.000 / butir

=

Rp

800.000

Mentega

=

6 hari

x

1 kg

x

Rp 7.000 / kg

=

Rp

42.000

Biaya gaji

=

6 hari

 

 

x

Rp 15.000 / hari

=

Rp

90.000

Biaya transportasi

=

6 hari

 

 

x

Rp 5.000 / hari

=

Rp

30.000

Prive

=

6 hari

 

 

x

Rp 10.000/ hari

=

Rp

60.000

Saldo kas minimal

 

 

 

 

 

 

=

Rp

20.000

Kebutuhan Modal Kerja

=

Rp

1.202.000

 



Last modified: Sunday, 9 April 2023, 10:37 PM