7.5 Sistem Pengendalian Persediaan
Analisis EOQ dan persediaan pengaman memang dapat dipergunakan untuk menentukan tingkat persediaan yang tepat sepanjang asumsi yang didasarinya terpenuhi. Namun demikian masih diperlukan sistem pengendalian persediaan. Sistem pengendalian persediaan dapat diterapkan mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks, diantaranya adalah:
1. Sistem Komputerisasi
Perkembangan teknologi komputer telah mengubah sistem pengendalian persediaan. Dengan komputerisasi dimungkinkan pencatatan persediaan, pengurangan dan pengolahan data persediaan dilakukan dengan sangat cepat. Alat bantu scanner, untuk menscan bar code yang tertera disetiap produk yang dijual, memungkinkan pencatatan transaksi dapat dilakukan dengan cepat. Komputer juga dapat menyediakan data kapan harus dilakukan pemesanan kembali.
2. Sistem Just in Time
Sistem manajemen persedian ‘just in time’ diperkenalkan pertama kali oleh produsen mobil Toyota. Dengan sistem ini, persediaan akan ditetapkan dalam jumlah yang minimum karena perusahaan mengandalkan kemampuan pemasok untuk mengirim barang dengan cepat dan tepat pada saat dibutuhkan. Untuk dapat menggunakan sistem ini, maka perusahaan harus mempunyai sistem informasi mengenai persediaan yang baik dan perusahaan harus pula mempunyai pemasok yang dapat dipercaya dan dapat mengirim barang dengan cepat.
3. Sistem Pengendalian ABC
Pengendalian persediaan dengan menggunakan sistem ABC diterapkan untuk mengetahui item-item mana dalam persediaan perusahaan yang harus mendapatkan perhatian yang paling banyak. Hal tersebut dapat dilakukan degan cara mengelompokkan item-item persediaan tersebut ke dalam kelompok A, B, dan C. Kelompok A merupakan persediaan yang kuantitasnya terkecil tetapi membutuhkan investasi yang terbesar, kelompok B berada di tengah-tengah baik dari segi kuantitas maupun investasinya, sedangkan kelompok C merupakan item persediaan dengan kuantitas terbesar tetapi membutuhkan investasi yang paling kecil.
Haruslah disadari bahwa penggunaan sistem ABC dalam pengendalian persediaan tidak dapat diterapkan secara universal karena ada beberapa item persediaan yang tidak terlalu mahal tetapi merupakan salah satu item terpenting dalam proses produksi serta tidak dapat diperoleh dengan mudah, maka untuk item yang seperti ini memerlukan suatu perhatian khusus. Item-item tersebut haruslah diperlakukan sebagai persediaan kelompok A sekalipun dengan menggunakan dasar pemikiran yang diberikan di atas item tersebut akan dimasukkan ke dalam kelompok B ataupun C.