Keputusan Menyangkut Struktur Modal
Karakteristik-Karakteristik Korporasi
Karakteristik yang unik dari setiap MNC mempengaruhi struktur modal nya di antaranya adalah: Stabilitas Arus Kas. Perusahaan multinasional yang harus kasih lebih stabil mampu menyerap lebih banyak hutang, karena terdapat aliran kas masuk konstan yang bisa dipakai untuk menutupi pembayaran pembayaran bunga periodik dan sebaliknya. MNC yang terdiversifikasi kedalam banyak negara kemungkinan memiliki arus kas yang lebih stabil, karena kondisi yang ada dalam suatu negara tunggal tidak akan memiliki dampak yang besar atas arus kas mereka secara keseluruhan.
Risiko Kredit. Perusahaan multinasional memiliki risiko kredit lebih rendah mempunyai akses yang lebih banyak terhadap pinjaman. Setiap faktor mempengaruhi risiko kredit dapat mempengaruhi pilihan MNC untuk menggunakan hutang vs ekuitas.
Akses Terhadap Laba. Perusahaan multinasional yang menghasilkan laba lebih tinggi mampu mendanai investasi mereka dengan laba ditahan, dan dengan demikian, cenderung menggunakan struktur modal yang padat ekuitas. Sebaliknya, perusahaan multinasional yang laba ditahan kecil harus bergantung pada pembiayaan hutang. Perusahaan multinasional yang berorientasi pertumbuhan biasanya membutuhkan hutang untuk membiayai ekspansi mereka dan dengan demikian struktur modal mereka akan padat hutang dan sebaliknya
Karakteristik-karakteristik Negara
Karakteristik khusus negara juga mempengaruhi keputusan untuk menggunakan pembiayaan hutang vs ekuitas, dan dengan demikian, mempengaruhi struktur modal MNC. Karakteristik- karakteristik khusus negara yang bisa mempengaruhi keputusan pembiayaan MNC diantaranya adalah:
Restriksi Investasi di Negara Tamu. Investor-investor di sejumlah negara dibatasi oleh pemerintah mereka untuk berinvestasi dalam saham-saham negara lain. Bahkan, sekalipun mereka diperbolehkan untuk berinvestasi di negara-negara lain, mereka mungkin tidak memiliki informasi yang memadai mengenai perusahaan di luar negara mereka. Kendala-kendala investasi internasional menyebabkan sejumlah investor memiliki lebih sedikit peluang investasi daripada investor-investor lain.
Suku Bunga di Negara Tamu. Perusahaan multinasional mungkin bisa mendapatkan kredit (hutang) dengan biaya yang relatif murah di negara-negara tertentu, sementara biaya dari hutang di negara-negara lain mungkin jauh lebih tinggi. Konsekuensinya, preferensi MNC terhadap hutang tergantung pada suku bunga di negara tempat MNC beroperasi.
Kuat Lemahnya Valuta di Negara Tamu. Jika menghawatirkan kemungkinan depresiasi valuta dari negara-negara tamu, sebuah perusahaan multinasional dapat membiayai sebagian besar operasi-operasi luar negerinya dengan valuta-valuta dari negara tempat dimana anak perusahaan berlokasi (bukan menggunakan dana perusahaan induk). Dengan cara begini, jumlah laba yang akan dipulangkan ke induk oleh perusahaan anak akan berkurang karena harus disisihkan untuk melakukan pembayaran pembayaran bunga periodik. Strategi ini mengurangi exposure MNC terhadap risiko nilai tukar. Jadi, bentuk pembiayaan utang ini bisa menjadi pilihan yang menguntungkan jika anak perusahaan sangat terekspos terhadap risiko nilai tukar.
Country Risk di Negara Tamu. Jika sebuah perusahaan multinasional terekspos terhadap country risk yang tinggi, perusahaan dapat menggunakan pembiayaan hutang di negara tamu. Dalam hal ini, kreditor lokal yang telah meminjamkan uang mereka kepada MNC akan berkepentingan untuk menjamin bahwa MNC di diperlakukan secara adil oleh pemerintah mereka. Dalam situasi semacam ini, kreditor lokal harus melakukan negoisasi dengan pemerintah mereka untuk mendapatkan kembali seluruh atau sebagian dana yang telah mereka pinjamkan setelah pemerintah mereka melikuidasi aset-aset yang disita dari MNC. Jadi bentuk pembiayaan hutang ini cocok jika MNC mengkhawatirkan risiko negara.
Undang-Undang Pajak di Negara Tamu. Perusahaan anak luar negeri dari sebuah perusahaan multinasional biasanya terkena withholding tax saat mereka memulangkan laba ke induk. Dengan menggunakan pembiayaan dari sumber lokal (bukan pembiayaan dari induk), jumlah yang akan dipulangkan secara periodik akan dikurangi oleh pembayaran- pembayaran bunga. Perusahaan anak luar negeri juga dapat memanfaatkan hutang lokal jika Pemerintah tamu mengenakan pajak korporasi yang tinggi atas laba, agar bisa mengambil keuntungan.
Ikhtisar Karakteristik Negara. Secara keseluruhan, perusahaan multinasional lebih cenderung menggunakan hutang ketika perusahaan anak luar negeri mereka berhadapan dengan (1) suku bunga lokal yang rendah, (2) valuta lokal yang (diperkirakan) akan melemah, (3) country risk yang tinggi, dan (4) tarif pajak yang tinggi. Karena karakteristik ini bervariasi antar negara, perusahaan anak dari sejumlah MNC akan diuntungkan dengan ungkitan keuangan yang tinggi, sementara perusahaan anak lain akan dirugikan.
Menciptakan Target Struktur Modal
Sebuah perusahaan multinasional mungkin menyimpang dari struktur modal target di setiap negara tempat pembiayaan diperoleh tetapi tetap bisa meraih target struktur modal global. Contoh mengenai kondisi negara asing tertentu mengilustrasikan sebab-sebab munculnya penyimpangan dari target struktur modal dengan tetap berupaya meraih target struktur modal global. Komposisi dana dari semua negara belum tentu cocok dengan target struktur modal global. Strategi mengabaikan target struktur modal “lokal” demi meraih target struktur modal “global” adalah rasional sepanjang dapat diterima oleh kreditor dan investor luar negeri. Akan tetapi, jika kreditor-kreditor dan investor luar negeri memonitor struktur modal lokal, mereka mungkin meminta tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari dana yang mereka sediakan kepada MNC. Di sini, para kreditor mungkin hawatir bahwa perusahaan anak di negara mereka masing-masing tidak mampu memenuhi kewajiban-kewajiban hutang mereka yang tinggi. Jika perusahaan induk berencana membantu perusahaan anak saat mengalami masalah keuangan, induk dapat menjamin pelunasan hutang kepada para kreditor di negara-negara asing, yang bisa mengurangi persepsi risiko dan menurunkan biaya dari hutang.
Kepemilikan Lokal dalam Perusahaan Anak
Sejumlah perusahaan multinasional membolehkan perusahaan anak tertentu untuk menrbitkan saham kepada karyawan-karyawan mereka investor-investor lokal sebagai suatu cara untuk mendapatkan lebih banyak ekuitas. Jadi, anak perusahaan luar negeri dapat dikatakan “dimiliki secara parsial”, bukan “dimiliki secara penuh” oleh perusahaan induk multinasional. Strategi ini dapat mempengaruhi struktur modal perusahaan multinasional. Di sisi lain, strategi ini mungkin dapat meningkatkan citra anak perusahaan di negara tamu, atau, jika manajemen- manajer lokal anak perusahaanan dibolehkan untuk membeli saham anak perusahaan, motivasi mereka akan meningkat. Anak perusahaan yang dimiliki secara parsial oleh perusahaan induk dikawatirkan akan menciptakan konflik kepentingan, terutama jika para manajer merupakan wakil dari pemilik minoritas. Sejumlah Negara hanya memperbolehkan MNC untuk mendirikan perusahaan anak di sana Jika MNC tersebut mau menjual saham-saham perusahaan anak kepada investor-investor atau manajer-manajer lokal. Dalam sejumlah kasus pemegang saham minoritas harus mendapatkan kepemilikan dalam jumlah tertentu. Jadi jika anak perusahaan ingin melakukan ekspansi, analisa penganggaran modal tertentu akan menjadi lebih rumit karena setiap investasi ekuitas dari induk tidak akan sepenuhnya diterima jika investasi tersebut akan menyebabkan persentase kepemilikan minoritas menurun di bawah level minimum.
