Penutup

Paparan mengenai proses pembentukan kata bahasa  Indonesia memerlukan perhatian yang cermat dan seksama,  sebab bahasa ini terus mengalami perkembangan pesat. Kata  dan leksem ditinjau dari tataran morfologi merupakan dua  konstituen yang berbeda. Dengan mengacu kepada  Kirdalaksana (1996) dan Murphy (2013) dikemukakan bahwa kata dapat dibedakan dari tiga aspek yaitu:

1) aspek fonologis;  dan

2) aspek leksem;

3) aspek gramatikal.
Untuk mengenali proses pembentukan kata dalam tulisan  ini digunakan analisis kata dengan pendekatan Item and  Process, dengan alasan bahwa:

1. Bahasa Indonesia merupakan bahasa dengan tipe yang  struktur kata dan hubungan grmatikalnya ditandai oleh  penggabungan unsur secara bebas;


2. Penambahan afiksasi, seperti prefiks, konfiks, infiks dan  sufiks pada sebuah akar atau leksem untuk
menunjukkan fungsi gramatikal


3. Fenomena peluluhan terjadi apabila sebuah leksem akar  bergabung dengan leksem terikat.


Berangkat dari pendekatan tersebut diketahui bahwa  pembentukan afiks dapat dipakai untuk menjelaskan beberapa  hal, yakni:
1. Melekatnya afiks pada sebuah bentuk dasar, maka  bentuk dasar menjadi berubah, contoh: verba {tuang}  secara leksikal dapat diikuti awalan {me-} jika ingin  dibentuk menjadi verba transitif harus ditambah dengan  sufiks {-kan} atau sufiks {i}. Bentuk {me-kan}; {me-i}  diistilahkan dengan konfiks.


2. Melekatnya afiks kepada bentuk dasar dapat  memperlihatkan makna yang teratur atau dapat
diramalkan, contoh morfem {beruang} dapat  diramalkan mempunyai tiga bentuk, yaitu:

3. Kaidah umum yang dapa diformulasikan misalnya  apabila afiks ditambahkan pada sebuah kelas kata maka  hal yang sama dapat dilakukan pada semua anggota  kelas kata yang lain. Dengan begitu dapat diketahui ada  afiks-afiks yang bersifat produktif dan tidak produktif.

4. Peluluhan fonem /s/ dari morfem dasar yang diawali  dengan fonem /s/, yang melekat dengan prefiks  {mƏñ-}, {mƏñ-kan}, {mƏñ-i}, {pƏñ-}, {pƏñ-an}. Peluluhan terjadi pada morfem dasar berasal dari bahasa  Indonesia, kecuali morfem dasar yang berasal dari  bahasa asing. Berikut ini pasangan kata dengan  peluluhan fonem awal bentuk dasar dan dengan yang  tanpa peluluhan kerap digunakan oleh penutur bahasa
Indonesia:

Last modified: Tuesday, 21 June 2022, 3:58 PM