Klasifikasi Kata Majemuk

Klasifikasi Kata Majemuk Berdasarkan Metode Penulisannya

Berdasarkan metode penulisannya, kata majemuk diklasifikasikan menjadi dua :

Kata majemuk senyawa merupakan kata majemuk yang metode penulisannya disatukan atau dirangkaikan. Seakan sudah melebur menjadi satu kata.

contohnya :

hulubalang (gabungan morfem hulu dan balang)

matahari (gabungan morferm mata dan hari)

bumiputra (gabungan morferm bumi dan putra)
airmata (gabungan morfem air dan mata)

Kata majemuk non-senyawa merupakan kata majemuk yang metode penulisan morfem dasarnya tetap dipisah.

Contohnya :

Sapu tangan (terbentuk dari morfem sapu dan morfem tangan)

Kumis kucing (terbentuk dari morfem kumis dan morfem kucing)

Cerdik pandai (terbentuk dari morfem cerdik dan morfem pandai)


Klasifikasi Kata Majemuk Berdasarkan Kelas atau Golongan Kata Pembentuknya

Berdasarkan kelas kata pembentuknya, kata majemuk diklasifikasikan menjadi :

1. Kata majemuk yang terbentuk dari kata benda (nomina) + kata benda (nomina)

Misalnya: anak emas, kapal udara, sapu tangan, kiri kanan, Air bah, Air bersih, Air liur, Air mata, Air mineral, Air minum, Air pasang, Air payau, Air raksa, Air sadah, Air sebak, Air seni, Air suci, air mineral, akta kelahiran, alam baka, alam semesta, anggota badan.

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata benda (nomina) + kata benda (nomina)

  • Aku menaiki kapal udara dari Surabaya menuju Manokwari.
  • Wildan menjadi anak mas di kantornya, sebab ia bekerja sangat disiplin.
  • Alam semesta dan seisinya menjadi wujud keberadaan Sang Pencipta.
  • Minumlah air bersih untuk menjaga imunitas tubuh.
  • Bolehkah aku meminjam sapu tanganmu?

2. Kata majemuk yang terbentuk dari kata benda (nomina) + kata kerja (verba)

Misalnya: anak pungut, kapal terbang, meja makan, adi daya, akal budi, anak didik.

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata benda (nomina) + kata kerja (verba)

  • Terdapat beberapa ayam goreng di meja makan.
  • Amerika masih menjadi negara adi daya.
  • Meskipun Yanto seorang anak pungut, ia tetap percaya diri menatap kehidupan.
  • SMP N 1 Groboagan memiliki puluhan anak didik baru.

3.Kata majemuk yang terbentuk dari kata benda (nomina) + kata sifat (adjektiva)

Misalnya: rumah sakit, orang tua, pejabat tinggi, arus mudik, adem ayem, akal sehat, anak haram, anak muda, arus balik.

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata benda (nomina) + kata sifat (adjektiva)

  • Rumah Sakit Umum Daerah Purwodadi Grobogan dipenuhi pasien penderita Deman Berdarah.
  • Aku tak mampu menggunakan akal sehatku, ketika berhadapan dengannya.
  • Anak haram tersebut dikucilkan oleh teman-teman sebayanya.
  • Anak muda harus berkontribusi terhadap masyarakat di sekitarnya.
  • Jalur pantura dipadati oleh pengguna jalan ketika arus mudik.
  • Arus balik tahun ini naik hingga 20% dibanding tahun lalu.

4. Kata majemuk yang terbentuk dari kata sifat (adjektiva) + kata kerja (verba)

Misalnya: Salah guna, adil makmur.

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata sifat (adjektiva) + kata kerja (verba)

  • Penyalanhgunaan dosis obat generik bisa membahayakan tubuh manusia.
  • Rakyat adil dan makmur merupakan contoh dari keberhasilan sebuah pemerintahan.

5. Kata majemuk yang terbentuk dari kata sifat (ajektiva) + kata benda (nomina)

Misalnya : Ahli bahasa, Ahli bedah, ahli bumi, ahli hadis, ahli hukum, ahli ibadah, ahli kitab, ahli negara, ahli nujum, ahli patung, ahli pikir, ahli purbakala, ahli sejarah, ahli sihir, ahli suluk, ahli tafsir, ahli kubur, ahli waris.

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata sifat (adjektiva) + kata benda (nomina)

  • Persengketaan ahli waris tersebut diajukan ke kejaksaan agama.
  • Ahli sejarah mengungkap kebenaran penemuan fosil baru di Jawa.
  • Ahli negara berpendapat bahwa Indonesia dilanda krisis kepercayaan terhadap pemerintah.

6. Kata majemuk yang terbentuk dari kata sifat (adjektiva) + kata sifat (adjektiva)

Misalnya: cerdik pandai, tua muda, besar kecil, acuh tak acuh, adi daya.

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata sifat (adjektiva) + kata sifat (adjektiva)

  • Kancil memang mendapat sebutan sebagai hewan yang cerdik dan pandai dalam cerpen.
  • Amerika tetap menjadi negara adi daya bahkan setelah perang dingin selesai.
  • Kartun Bang Jarwo digemari semua kalangan baik tua maupun muda.
  • Guru honorer tidak memandang besar kecilnya gaji yang ia dapatkan, melainkan tersalurkannya ilmu yang mereka punyai.

7. Kata majemuk yang terbentuk dari kata kerja (verba) + kata kerja (verba)

Misalnya: maju mundur, naik turun, tinggi rendah, keluar masuk, pulang pergi, bolak balik, pecah belah, sepak terjang, budi pekerti, tipu daya, akad nikah.

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata kerja (verba) + kata kerja (verba)

  • Naik turunnya kurs mata uang dolar terhadap rupiah mempengaruhi harga saham.
  • Penderita HIV keluar masuk rumah sakit beberapa minggu terakhir ini.
  • Gelas berbahan kaca tetap diminati walaupun merupakan barang pecah belah.
  • Rudi memesan tiket online pulang pergi pesawat Garuda Indonesia.

8. Kata majemuk yang terbentuk dari kata kerja (verba) + kata benda (nominal)

Misalnya : agenda rapat, Akad nikah, alih bahasa, angkat kaki

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata kerja (verba) + kata benda (nomina)

  • Kedua mempelai tersebut melangsungkan akad nikah di KUA Kecamatan Grobogan
  • Anak kecil itu angkat kaki dari rumah setelah diusir orang tuanya.
  • Penerjemah itu melakukan alih bahasa Korea-Indonesia.

9. Kata majemuk yang terbentuk dari kata kerja (verba) + kata sifat (ajektiva)

Misalnya : Amar makruf

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata kerja (verba) + kata sifat (ajektiva)

Kita wajib melaksanakan amar makruf nahi munkar.

10. Kata majemuk yang terbentuk dari kata bilangan (numeralia) + kata benda (nomina)

Misalnya: dwiwarna, pancaindera, sapta marga, pra jabatan, paska bencana, pancasila, Setengah abad

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata bilangan (numeralia) + kata benda (nomina)

  • Perusahaan tersebut telah berdiri setengah abad yang lalu.
  • Indonesia memiliki bendera dwiwarna, yaitu merah dan putih.
  • CPNS kabupaten grobogan melaksanakan prajabatan bulan November ini.
  • Vietnam porak poranda paska bencana badai Nargis.
  • Ardi sedang menghafalkan simbol-simbol pancasila.

11. Kata majemuk yang berbentuk dari kata bilangan (numeralia) + kata kerja (verba)

Misalnya : satu padu, serba salah.

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata bilangan (numeralia) + kata kerja (verba)

  • Beberapa buruh itu bersatu padu menggelar demonstrasi.
  • Semua yang dia lakukan untuk kekasihnya dianggap serba salah.

12. Kata majemuk yang terbentuk dari kata keterangan (adverbia) + kata benda (nominal)

Misalnya : abad keemasan, acap kali, alat dapur, alat ukur, aneka warna

Contoh penggunaan Kata majemuk yang terbentuk dari kata keterangan (adverbia) + kata benda (nominal)

  • Islam mencapai abad keemasan ketika pemerintahan Daulah Abasyiyah
  • Acap kali pendapat pribadiku tidak kamu hiraukan.
  • Mainan beraneka warna itu laku keras di pasaran.
  • Bunda membeli berbagai alat dapur.

Klasifikasi Kata Majemuk Ditinjau dari Segi Hubungan Kata Pembentuknya.

Berdasarkan hubungan kata pembentuknya kata majemuk dibedakan menjadi empat meliputi :

  1. Kata majemuk yang kata pertamanya merupakan sebuah awalan (prefiks). Misalnya : pra jabatan, pra sarana, pribumi, tanadil, prasejarah, swasembada, miskomunikasi, swalayan, swadaya
  2. Kata majemuk yang kata pertamanya menjadi pangkal kata. Misalnya : kapal udara, rumah sakit, meja belajar.
  3. Kata majemuk yang kata keduanya menjadi pangkal kata. seperti: bumiputra, mahasiswa, purbakala, mahaguru
  4. Kata majemuk yang kata pertamanya memiliki hubungan setara / sederajat dengan kata keduanya. seperti besar kecil, naik turun, pulang pergi, sanak saudara

Terakhir diperbaharui: Tuesday, 19 April 2022, 06:28