4.5 - Piutang Lain-lain

Piutang lain-lain adalah hak tagih terhadap pihak lain atas kas, barang atau jasa dari kegiatan diluar kegiatan usaha entitas. Dengan kata lain piutang lain-lain adalah piutang selain piutang usaha.

Lazimnya, sebab terjadinya piutang lain-lain karena adanya pemberian pinjaman kepada pihak lain selain mitra perusahaan, misalnya pinjaman kepada karyawan perusahaan sendiri.

Sama dengan piutang usaha, jika cadangan penurunan nilai piutang lain-lain yang sudah 100% dari jumlah piutang, tetap disajikan sebagai bagian piutang lain-lain.

Piutang lain-lain diakui pada saat aset, misalnya kas, diserahkan kepada pihak lain, dengan membuat jurnal:

Db.: Piutang lain-lain                xxx

Kr.: Kas dan setara kas                       xxx

 

Pada saat pelunasan, dibuat jurnal:

Db.: Kas dan setara kas             xxx

Kr. : Piutang lain-lain                         xxx

 

Penurunan nilai piutang lain-lain diakui sebagai kerugian pada periode terjadinya, dengan jurnal:

Db.: Beban penurunan nilai piutang lain-lain                    xxx

Kr. : Akumulasi penurunan nilai piutang lain-lain                       xxx

 

Pada saat terjadinya pemulihan nilai piutang lain-lain diakui sebagai keuntungan, dengan membuat jurnal:

Db.: Akumulasi penurunan nilai piutang lain-lain             xxx

Kr.: Pendapatan non usaha                                                         xxx

 

Pada saat terjadinya penghapusan piutang lain-lain, dibuat jurnal:

Db. : Akumulasi penurunan nilai piutang lain-lain            xxx

Db, : Beban penghapusan piutang lain-lain                       xxx

Kr. Piutang lain-lain                                                                  xxx

 

Pada saat penerimaan pelunasan piutang lain-lain yang telah dihapuskan, dibuat jurnal:

Db.: Kas dan setara kas                      xxx

Kr. : Pendapatan non usaha                           xxx


Last modified: Sunday, 16 March 2025, 9:05 PM