7.2 - Alokasi Biaya Bersama (Joint Cost)
Bayangkan kamu punya 1 pohon ajaib yang bisa menghasilkan 2 jenis buah sekaligus:
Buah A (enak, harganya mahal)
Buah B (kurang enak, harganya murah)
Kamu mengeluarkan biaya total Rp 10.000 untuk merawat pohon itu (termasuk pupuk, air, dll). Nah, bagaimana cara membagi biaya ini ke kedua buah?
1. Metode Nilai Pasar (Harga Jual)
Kita bagi biaya berdasarkan berapa nilai jual masing-masing buah.
Contoh:
Buah A = 5 kg × Rp 2.000/kg = Rp 10.000 (total nilai jual)
Buah B = 10 kg × Rp 500/kg = Rp 5.000 (total nilai jual)
Total nilai jual = Rp 10.000 + Rp 5.000 = Rp 15.000
Rumus:
Alokasi Biaya ke Buah A = (Nilai Jual A / Total Nilai Jual) × Total Biaya
Hitung:
Buah A = (Rp 10.000 / Rp 15.000) × Rp 10.000 = Rp 6.667
Buah B = (Rp 5.000 / Rp 15.000) × Rp 10.000 = Rp 3.333
Artinya:
Buah A yang lebih mahal menanggung biaya lebih besar (Rp 6.667).
Buah B yang murah menanggung lebih sedikit (Rp 3.333).
2. Metode Fisik (Berat/Volume)
Kita bagi biaya berdasarkan berapa berat masing-masing buah.
Contoh:
Buah A = 5 kg
Buah B = 10 kg
Total berat = 5 + 10 = 15 kg
Rumus:
Alokasi Biaya ke Buah A = (Berat A / Total Berat) × Total Biaya
Hitung:
Buah A = (5 kg / 15 kg) × Rp 10.000 = Rp 3.333
Buah B = (10 kg / 15 kg) × Rp 10.000 = Rp 6.667
Artinya:
Buah B yang lebih berat menanggung biaya lebih besar, meskipun harganya murah.
Contoh Nyata di Perkebunan Karet
Total biaya bersama (joint cost): Rp 10 juta.
Hasil produksi:
Lateks (produk utama): 500 kg × Rp 15.000 = Rp 7,5 juta.
Karet kering (sampingan): 200 kg × Rp 5.000 = Rp 1 juta.
Total nilai pasar: Rp 7,5 juta + Rp 1 juta = Rp 8,5 juta.
Pakai Metode Nilai Pasar:
Lateks = (7,5 / 8,5) × Rp 10 juta = Rp 8,82 juta.
Karet kering = (1 / 8,5) × Rp 10 juta = Rp 1,18 juta.
Kenapa begitu?
Karena lateks lebih mahal, jadi wajar kalau nanggung biaya lebih besar!
Perbandingan Kedua Metode
| Metode | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Nilai Pasar | Adil (sesuai nilai produk) | Butuh data harga jual |
| Fisik | Mudah (hitung berat/volume saja) | Tidak peduli harga jual |
Tips:
Kalau produk punya harga jual stabil, pakai metode nilai pasar.
Kalau harganya sulit diukur, pakai metode fisik.